Senin, 09 Mei 2011

Persiapan Memasuki Dunia Kerja bagi Siswa SMK

Oleh : - Aghil Abdullah


A. PENDAHULUAN

Dunia kerja bagi lulusan SMK merupakan dunia baru. Setiap orang tentunya ingin mendapatkan pekerjaan yang layak dan sesuai dengan yang diimpikan. Namun banyak pencari kerja yang tidak mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Hal ini mengakibatkan pencari kerja tidak tahu apa yang seharusnya mereka lakukan pada saat berkompetisi untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Apa saja sih yang mesti disiapkan agar kita sukses memasuki dunia kerja?

a. Pekerjaaan apa yang saya inginkan?

Anda harus tahu betul tentang apa sih sesungguhnya pekerjaan yang paling Anda inginkan? Apakah pekerjaan ini cocok bagi anda?, Anda memiliki keahlian, kemampuan dan Anda menyukai pekerjaan ini. Anda betul-betul memimpikannya

b. Langkah apa yang harus dilakukan?

Jika kita sudah menetapkan apa yang saya inginkan, maka kita dapat merencanakan langkah apa yang sebaiknya saya lakukan. Biasanya pada tahap ini kita memerlukan saran dan pertimbangan para senior kita yang telah berpengalaman bekerja dan sukses meraih cita-cita.

Jika kita ingin menjadi seorang teknisi yang handal misalnya, maka sejak kelas satu SMK harus mempersiapkan diri untuk menjadi seorang teknisi yang baik.Langkah yang dapat ditempuh adalah memilih jurusan teknik mesin. Diharapkan jika kita memilih jurusan teknik mesin kita akan memperoleh ilmu serta bekal-bekal ketrampilan yang baik.Jika kita sudah menentukan, maka kita harus mempersiapkan langkah-langkah apa yang harus kita lakukan agar cita-cita kita menjadi sukses.

c. Apa yang seharusnya kita persiapkan?

Setelah langkah-langkah untuk mencapai cita-cita itu telah kita tetapkan, maka kita harus mempersiapkan hal-hal tertentu untuk memenuhi persyaratan yang ada. Jika kita setelah lulus ingin jadi pegawai, kita harus mempersiapkan hal-hal yang menjadi persyaratannya. Dari persiapan mental, persiapan untuk menghadapi tes-tes baik tes tertulis, tes psikologi, tes wawancara dan lain sebagainya. Jika kita ingin menjadi wirausaha, kita juga harus melakukan persiapan-persiapan agar menjadi wirausaha yang sukses

d. Pertimbangan Memilih Tempat Kerja

Pemilihan karier atau pekerjaan bukan merupakan masalah bisa atau tidak, suka atau tidak, atau bahkan cocok atau tidak dengan pribadi dan keilmuan yang dimiliki. Pemilihan suatu pekerjaan atau lapangan karier membutuhkan beberapa komponen yang perlu kita perhatikan. Oleh sebab itu, sebelum Memilih Suatu Pekerjaan, hal perlu kita perhatikan diantaranya :

a). Kesempatan Belajar.

Terasa sekali bahwa setelah lulus ada kekosongan atau "gap" antara dunia kerja dengan pendidikan atau latar belakang keilmuan kita. Kita ternyata harus berhubungan bukan hanya sekedar dengan misalnya Rangkaian Listrik, Elektronika, atau Psikologi, orang sakit, orang bermasalah dan sebagainya. Namun juga harus bisa bekerja secara tim, berjiwa proaktif, berbicara atau bekerja sama dengan orang asing, menyusun jadwal atau laporan dan lain-lain. Hal ini dapat diperoleh dari institusi atau perusahaan yang mapan dan "well organized" atau juga sedang berkembang namun memberi kesempatan untuk pengembangan diri pegawainya. Itulah mengapa diperlukan keberanian untuk menerima perbedaan gap tersebut, dan dari situlah akan kita temukan banyak pelajaran.

b). Lokasi yang tepat.

Kadang kita lupa bahwa tempat kita bekerja selama minimal 8 jam sehari memerlukan lingkungan yang tepat. Mulai berangkat sampai pulang kerja harus kita perhatikan semua biaya dan penghasilan/keuntungan yang kita peroleh. Jangan lupa perhatikan juga "emotional atau social cost" yang kita tanggung dari pengambilan keputusan tersebut.

c). Nama besar.

Kadang kita perlu suatu "papan loncat" agar kita tercatat pernah bekerja atau terlibat dengan institusi atau perusahaan besar. Bisa juga itu berupa kerja sama dengan tokoh besar yang bisa merekomendasikan kita agar dapat pekerjaan yang lebih baik. Oleh sebab itu, poin pertama tentang bekerja demi mencari pengalaman sangat dibutuhkan untuk mencapai prestasi kerja dan karier yang jauh lebih baik.

d). Gaji besar.

Karena hal ini sesuai dengan rumus "High Risk High Gain" karena perusahaan yang kita tempati bukan milik kakek atau nenek kita. Oleh sebab itu, dibutuhkan keberanian bersikap yang progresif, jauh di luar perkiraan rekan kerja secara umum. Gaji merupakan hal yang vital untuk kita pertimbangkan.

e). Identifikasi Diri.

Bekerja bukan hanya urusan mencari uang namun merupakan identifikasi diri. Ada hal-hal di luar material yang membuat dia bahagia dan berharga di hadapan komunitasnya agar tetap eksis. Pekerjaan apapun yang kita pilih asal memenuhi azas ini akan membuat kita bahagia dan berharga

B . 10 TIPS ATASI GAGAL MELAMAR KERJA !!!

Untuk mencapai hasil maksimal, perlu kiranya diketahui kesalahan-kesalahan yang sering timbul dalam rangka melamar kerja.
Berikut ada 10 kesalahan umum yang acap kali dilakukan oleh pencari kerja.

• Surat-surat tidak lengkap.

Periksa dahulu kelengkapan dokumen Anda sebelum melangkah ke luar dari rumah. Ketidaklengkapan dokumen merupakan salah satu kesalahan fatal yang berakibat ditolaknya permohonan kerja. Jika Anda termasuk orang yang ceroboh, mintalah bantuan kerabat dekat atau teman untuk memeriksa dokumen yang dibutuhkan.

• Datang terlambat.

Kebiasaan jam karet yang biasanya bersifat menular sebaiknya ditinggalkan. Banyak perusahaan asing yang tidak mentoleransi keterlambatan calon pelamar, khususnya ketika diundang untuk mengikuti serangkaian tes. Untuk mengatasinya, cobalah sehari sebelum tanggal tes melakukan survai. Tambahkan setengah jam dari waktu tempuh yang diperlukan.

• Berpakaian kurang sopan.

Keberhasilan bisa jadi dimulai dari pandangan pertama. Penyeleksi tentu akan mempunyai penilaian tersendiri ketika melihat pelamar kerja pada saat melakukan wawancara. Karena itu hindari pemakaian aksesori yang berbeda dengan adat kebiasaan.

• Mencantumkan referensi terlalu banyak.
Referensi dalam curriculum vitae (CV) atau daftar riwayat hidup memang penting. Tapi perlu diingat, jangan terlalu banyak karena akan menimbulkan kesan bahwa Anda memiliki mental suka menonjolkan diri

• Jangan meremehkan hobi.
Bila Anda memiliki hobi unik yang diperkirakan bisa membantu kreativitas kerja, tak ada salahnya dicantumkan dalam CV. Biasanya pimpinan perusahaan lebih menyukai pekerja yang berbakat dalam bidangnya. Bila kegemaran itu merupakan faktor penting dalam posisi yang dilamar, ada baiknya ditulis sesudah perincian pengalaman kerja.
• Salah tulis atau sebut nama.

Pimpinan perusahaan akan sakit hati seandainya namanya ditulis atau diucapkan secara keliru. Hal ini akan mempengaruhi kewibawaan dan reputasinya. Usahakan agar meneliti kembali saat menulis nama orang dalam surat lamaran atau menyapa seseorang

• Melebih-lebihkan keterampilan.
Umumnya penyeleksi akan lebih jeli akan hal ini. Mereka akan terus meneliti bagian-bagian dalam CV atau daftar riwayat hidup yang dianggap terlalu dibuat-buat. Malahan ada yang mempersiapkan tes praktik langsung untuk menguji kebenaran laporan Anda. Oleh sebab itu jangan coba-coba menonjolkan sesuatu yang tidak Anda miliki.

• Bicara berbelit-belit.
Wawancara merupakan saat yang tepat untuk mengungkapkan segala keinginan yang terpatri dalam diri Anda. Pewawancara pasti akan menanyakan semua segi dalam hubungannya dengan isi CV atau daftar riwayat hidup yang telah Anda kirimkan. Dalam menyerap informasi dari Anda, mereka menggunakan logika berpikir secara rasional. Setiap uraian akan dihubungkan dengan keterangan sebelumnya. Karena itu jangan memberi keterangan yang berbelit-belit. Apabila penyeleksi menganggap Anda memberikan keterangan yang tidak jelas, jangan berharap Anda dterima.

• Meminta fasilitas.
Ada kalanya gaji yang ditawarkan kepada Anda lebih rendah dari yang Anda harapkan. Tapi, jangan coba-coba meminta fasilitas tertentu yang tidak disediakan perusahaan seperti antar-jemput, uang transpor, uang makan, dll.

• Lupa memotong rambut.
Rambut gondrong kebanyakan tidak disukai perusahaan, kecuali profesi yang Anda cari berhubungan dengan hal-hal yang tidak membutuhkan kerapian.
Masih banyak kelalaian lain yang ditemui di lapangan. Namun, ada yang masih dalam batas toleransi, ada pula yang jarang dikerjakan oleh kebanyakan orang.
Ada satu hal yang perlu diingat, tidak selamanya kepintaran seseorang akan menghasilkan pekerjaan bagi dirinya. Masyarakat kita masih mendudukkan moralitas di atas intelektualitas. Apa gunanya jika memiliki inteligensia tinggi, tetapi moralnya rendah?

C. Yang Perlu Dipersiapkan Saat Wawancara
 
Persiapan, banyak orang yang menganggap hal ini tidak perlu dalam melamar pekerjaan. Tampil saja sebagaimana adanya dan biar perusahaan yang menilainya, begitu pendapat sebagian orang. Pendapat ini memang benar, namun banyak yang salah kaprah mengartikan ungkapan di atas. Tampil apa adanya berarti anda tidak melakukan kebohongan, tapi itu bukan berarti anda tidak mempersiapkan diri dengan baik. Bernagkat perang tanpa mengetahui musuh sama saja dengan bunuh diri,begitu kata pepatah kuno. Berikut adalah beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk lebih meyakinkan calon perusahaan anda berikutnya bahwa andalah yang mereka cari :

1. Bicara rinci saat wawancara

Cari tahu lebih banyak tentang posisi yang ditawarkan, perusahaan dan produk/pelayanan yang ditawarkan. Semakin banyak anda tahu tentang posisi yang anda lamar akan semakin baik. Selain itu, persiapan akan membuat anda tampil percaya diri sendainya ditanya mengenai hal-hal spesifik menyangkut perusahaan atau pekerjaan anda.

2. Bawa salinan dari resume anda
Tujuannya adalah sebagai cadangan dan berjaga-jaga, siapa tahu diperlukan. 3. Lakukan kontak mata
Saat diwawancara, jangan menunduk. tatap langsung mata pewawancara setiap kali anda ingin memberikan jawaban. Dengan melakukan hal ini, anda akan dianggap sebagai seseorang yang percaya diri dan fokus pada tujuan.

3. Tunjukkan minat dan antusiasme anda terhadap perusahaan

4. Berpakaian secara profesional
Arti kata ’profesional’ di sini bisa berarti banyak hal, terutama di masa sekarang ini. Seandainya anda bingung, gunakan saja setelan putih hitam seperti yang biasa dipakai orang yang melamar pekerjaan. Yang palilng penting adalah tampil rapi dan sopan. Percaya atau tidak, kesan pertama itu penting lho!

5. Jawab pertanyaan dalam waktu 60 detik
Anda mungkin tidak ingin terlihat sebagai seseorang yang pasif, namun omongan yang terlalu panjang akan membuat pewawancara bosan dan mencoret anda dari daftar calon favoritnya. Jelas, tegas, dan tepat pada sasaran adalah tujuan yang harus diutamakan.

6. Dengar dan jawab pertanyaan secara langsung
Seandainya anda merasa ada hal yang tidak jelas, tanyakan langsung untuk klarifikasi. Hal ini juga berguna untuk menghindari kesalahpahaman di masa mendatang.

7. Jelaskan prestasi yang pernah anda buat
Jangan pernah sungkan untuk menjelaskan proyek apa saja yang pernah anda kerjakan di perusahaan sebelumnya. Persiapan diri untuk melakukan penjelasan akan mempengaruhi bagaimana performa anda di pekerjaan yang anda incar tersebut.

8. Bertanya
Yang dimaksud bertanya di sini bukanlahpertanyaan-pertanyaan klise. Pertanyaan-pertanyaan yang kritis dan tajam akan menunjukkan bahwa anda adalah orang yang proaktif (dan memberikan kesan bahwa anda adalah orang yang tepat dan mempunyai visi untuk memajukan perusahaan).

9. Kirim ucapan terima kasih dua hari setelah wawancara
Tunjukkan bahwa anda berminat dengan posisi yang ditawarkan dan ucapkan terima kasih pada pewawancara anda karena telah meluangkan waktunya untuk anda. Meski anda tidak mendapat pekerjaan tersebut, namun dengan memelihara hubungan baik siapa tahu bila ada posisi yang lebih baik anda menjadi orang pertama yang dihubungi.

D. PENGENALAN KARAKTER DUNIA KERJA

Sebelum memasuki dunia kerja, sebaiknya kita terlebih dulu mengetahui berbagai macam karakter kepribadian dan bidang pekerjaan yang sesuai dengan karakter pribadi masing-masing. Sehingga dapat membantu untuk menambah kepercayaan diri kita untuk melakukan sesuatu atau dalam mengambil keputusan karirnya. Jenis model dunia kerja tersebut yaitu:

1. Model Realistik

Orang yang realistik menguasai lingkungan sosial dan fisiknya dengan memilih tujuan-tujuan, nilai-nilai, dan tugas-tugas yang memerlukan penilaian yang objektif, dan mesin-mesin, serta menghindari nilai-nilai dan tugas-tugas yang memerlukan kesubjektifan, intelektual, ekspresi artistik, juga keterampilan serta kepekaan sosial.

Tipe realistik adalah kelaki-lakian, tidak sosial, emosi yang mantap (kestabilan emosi), bersifat matrealistik, keaslian, kekonkretan, dan berorientasi pada apa yang ada sekarang.

Orang-orang realistik lebih suka bekerja pada pekerjaan seperti berikut: ahli mesin, fotografer, pilot, pengawas pembangunan, juru ukur, perwira angkatan bersenjata, montir mobil, pengemudi, ahli teknik mesin, operator radio, tukang kayu, pengamat cuaca, masinis lokomotif, juru gambar.

2. Model Intelektual

Orang-orang intelektual menguasai lingkungan fisik dan sosial melalui penggunaan intelegensi, ia memecahkan masalah melalui manipulasi ide-ide, kata-kata, simbol-simbol dibandingkan dengan melalui kecakapan fisik dan sosial.


Orang intelektual ditandai oleh sifat-sifat analitis, rasional, berdiri sendiri, radikal, abstrak, memusatkan perhatian dan pikiran kepada diri sendiri (introvert), pengertian, kritis, ingin tahu, dan cerdas.


Orang-orang intelektual lebih suka pendidikan, latihan atau bekerja dalam pekerjaan sebagai berikut: ahli ilmu fisika, ahli bedah, ahli astronomi, ahli antropologi, ahli zoologi, ahli atom, ahli kimia, ahli geologi, dokter hewan, ahli ilmu pengetahuan, ahli biologi, ahli meteorology, ahli matematika, teoritikus pengetahuan.


3. Model Sosial

Orang sosial menguasai lingkungannya dengan memilih tujuan, nilai-nilai, dan tugas-tugas dimana ia dapat menggunakan kecakapannya demi kepentingan orang lain dalam hubungan untuk melatih dan mengubah tingkah lakunya. Dalam memecahkan masalah, dia menyandarkan diri pada pelampiasan emosi dan perasaan daripada sumber-sumber intelektualnya.


Sifat yang khas dari orang sosial yaitu, termasuk keramahtamahan, suka bergaul, kebutuhan menyenangkan orang lain, kesadaran sosial, status yang kuat, kebutuhan untuk menguasai orang lain. Dia lebih mementingkan kesejahteraan orang lain, orang miskin, tidak berpendidikan, remaja, orang yang tak stabil, dan usia lanjut.

Orang sosial lebih suka pendidikan, latihan atau bekerja pada pekerjaan sebagai berikut: dokter jiwa, pengawas sekolah, konselor pribadi, ahli kenakalan remaja, kepala sekolah, pengajar jasmani, dokter anak, pekerja sosial, konselor perkawinan, direktur taman hiburan, ahli psikologi klinis, konselor jabatan, kepala puskesmas, pengajar sekolah menengah.


4. Model Konvensional

Orang konvensional menguasai lingkungan fisik dan sosial dengan memilih tjuan, nilai-nilai, dan tugas-tugas yang didukung oleh adat kebiasaan masyarakat. Model pendekatan orang konvensional terhadap masalah adalah bersifat steritif, praktis, tepat, dia kurang spintanitas dan keaslian.


Adapun sifat konvensional adalah ia mengadakan kontrol yang baik, rapi, suka bergaul, dan menciptakan suatu kesan yang baik. Ia sedikit kurang fleksibel, konservatif, dan keras hati.

Orang konevnsional lebih menyukai pendidikan, latihan atau bekerja pada pekerjaan sebagai berikut: kasir bank, ahli statistik, analisis keuangan, pegawai asuransi, peniali harga, akuntan publik, ahli pajak, sekretaris ketatausahaan, pemeriksa kredit, manajer kantor, stenografer pengadilan, pegawai kantor pos, pengawas inventaris.

5. Model Enterprising

Orang enterprising (usaha) memilih nilai-nilai, tujuan dan tugas-tugas melalui yang mana ia dapat mengekpresikan keberaniannya mengambil resiko, kebutuhan untuk menguasai orang lain, semangatnya besar, keenerjikkannya dan kualitas yang yang bersifat impulsif.


Orang enterprising ditandai dengan sifat yang persuasif, verbal, ekstrover, penerimaan diri, percaya diri, keagresifan lisan (berbicara), dan sifat pamer, atau suka memamerkan kecakapannya.


Orang enterprising lebih suka pendidikan, latihan atau bekerja pada pekerjaan sebagai berikut: pedagang mobil, perwakilan pabrik, politikus, juru lelang, promotor bisnis, wiraniaga biro penjualan, manajer hotel, produser televisi, spekulan, direktur perusahaan, manajer penjualan, eksekutif perusahaan.


6. Model Artistik

Orang artistik menguasai lingkungan sosial dan fisiknya dengan menggunakan perasaannya, emosinya, kata hatinya (intuisi), dan imajinasinya untuk menciptakan produk dan bentuk-bentuk seni. Bagi orang artistik, pemecahan masalah adalah dengan cara melibatkan ekspresi imajinasinya dan perasaannnya melalui konsepsi dan mengerjakan menurut seni yang direncanakan.


Orang artistik menonjolkan diri terutama pada kesan (impresi) dan imajinasi yang subjektif untuk menafsirkan, dan cara memecahkan masalah terhadap masalah lingkungan. Orang artistik lebih jauh ditandai dengan pandangan yang kompleks, keputusan mandiri, memusatkan perhatian dan pikiran pada diri sendiri dan keaslian.


Orang artistik lebih suka pendidikan, latihan atau bekerja pada pekerjaan sebagai berikut: perancang mode, pelawak, novelis, pengubah musik, pengarang, kritikus musik, penerjemah, pemimpin band, musikus, kartunis, reporter surat kabar, perancang mebel, dekorator ruang dalam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar